Friday, 1 May 2009

ASURANSI EKSPOR


Asuransi Ekspor adalah jenis asuransi yang memberikan ganti rugi kepada Eksportir terhadap kemungkinan risiko kerugian akibat tidak menerima pelunasan pembayaran dari Importir atau Bank pembuka L/C yang disebabkan oleh Risiko Komersial dan/atau Risiko Politik.

Manfaat ASURANSI EKSPOR
Manfaat Bagi Eksportir
• Memberikan perasaan aman kepada Eksportir dalam menghadapi risiko ekspornya, serta meningkatkan keberanian untuk menembus pasar ekspor yang baru dengan biaya premi yang sangat ringan.
• Eksportir dapat menawarkan atau memenuhi keinginan Importir untuk menggunakan terms of payment dengan syarat pembayaran yang lunak (non L/C) namun relatif memiliki risiko pembayaran lebih tinggi seperti Documents Against Acceptance (D/A), Documents Against Payment (D/P) dan Open Account (O/A), risiko ini dapat dipertanggungkan pada Asuransi .
• Eksportir dapat memenuhi permintaan pasar yang berasal dari Importir di negara dengan tingkat country risk yang relatif tinggi.
• Eksportir dapat menggunakan Asuransi Ekspor dalam rangka memperoleh pembiayaan diskonto wesel ekspor (post-shipment export financing) dimana Asuransi Ekspor merupakan jaminan tambahan kepada bank.
Manfaat Bagi Bank
• Memudahkan perbankan memberikan pembiayaan ekspor pasca pengapalan (post-shipment export financing) melalui diskonto tagihan ekspor / wesel ekspor yang dimiliki eksportir.
Bank yang memperoleh surat pelimpahan hak ganti rugi (SPHGR) dari Eksportir akan memperoleh manfaat dalam bentuk adanya nilai tambah terhadap wesel ekspor yang di diskonto oleh Bank, dimana telah diasuransikan risiko pembayaran dari Importir oleh Asuransi. Risiko yang Ditanggung
Risiko Komersial
• Importir pailit (bangkrut)
• Importir tidak membayar (cidera janji)
• Importir menolak menerima barang
Risiko Politik
• Larangan transfer
• Pembatasan quota impor
• Pencabutan izin usaha impor
• Perang atau tindakan permusuhan lainnya
Dasar Perhitungan Premi
Besarnya premi dihitung berdasarkan risiko yang terkait dengan:
• Kelas Negara Asal Pembayaran Ekspor atau Negara Importir
• Cara pembayaran dari Importir (L/C atau Non-L/C)
• Jangka waktu pemberian kredit (Tenor �maksimum 360 hari)
Terms of Payment
Asuransi dapat menutup pertanggungan atas transaksi ekspor yang menggunakan Terms of Payment yang dijamin L/C (Sight L/C dan Usance L/C) ataupun yang tidak dijamin L/C (Documentary Collection seperti D/A, D/P, CAD serta O/A)
Besar Ganti Rugi
Asuransi akan membayar ganti rugi sebesar maksimum 85% dari kerugian, sedang sisanya sebesar 15% ditanggung oleh Eksportir.
Limit Pertanggungan
Asuransi menetapkan ketentuan Limit Pertanggungan untuk setiap Importir yaitu jumlah nilai maksimal tagihan ekspor dan terms of payment yang dapat digunakan Eksportir kepada setiap Importir.
Limit Pertanggungan ditetapkan oleh Asuransi berdasarkan kredibilitas Importir, pengalaman dagang Eksportir dengan Importir, terms of payment yang digunakan dan Kelas Negara Importir.
Pelimpahan Hak Ganti Rugi
Asuransi Ekspor dapat digunakan sebagai jaminan tambahan dari Eksportir kepada Bank atau Lembaga Keuangan lainnya dalam rangka diskonto wesel ekspor. Eskportir telag menerima pembiayaan diskonto wesel ekspor dari bank, dengan demikian apabila terjadi kerugian akibat buyer di luar negeri tidak membayar tagihan ekspor, maka hak ganti rugi dari Asuransi telah dilimpahkan dari eksportir kepada bank. Untuk itu Eksportir wajib menandatangani Surat Pelimpahan Hak Ganti Rugi kepada Bank.

Pemulihan Kerugian
Dengan dibayarnya ganti rugi dari Asuransi kepada Eksportir tidak menghilangkan kewajiban pembayaran Importir terhadap Eksportir. Setiap pembayaran Importir dibagi secara proporsional antara Asuransi dan Eksportir sesuai dengan besarnya share ganti rugi Asuransi.

Dengan jaminan Asuransi, mendorong pihak perbankan untuk lebih berani memberikan pembiayaan pasca pengapalan (Post Shipment Financing) kepada eksportir, walaupun ekspor tersebut dilaksanakan dengan media Non L/C.
Melalui produk ini eksportir dapat memenuhi kebutuhan modal kerja dan cash flow.
Pengertian Asuransi Eskpor Financing
untuk menjamin negosiasi Tagihan Ekspor untuk wesel ekspor:
a. Atas dasar Usance L/C dari non correspondent banks
b. Atas dasar Document Against Acceptance (D/A)
c. Atas dasar Document Against Payment (D/P)
d. Atas dasar Open Account.
Manfaat AE Financing
a. Eksportir memperoleh perlindungan terhadap kemungkinan tidak tertagihnya piutang eksportir yang disebabkan oleh risiko komersial dan atau risiko politik.
b. Eksportir menjadi lebih berani untuk menerima transaksi pembayaran yang lebih kompetitif (non-L/C) karena adanya cover Asuransi sebagai penjamin.
c. Eksportir menjadi lebih yakin dalam mengembangkan pasar ekspornya karena analisa kemampuan pembeli di luar negeri telah dilakukan oleh Asuransi.
d. Dalam hal terjadi wanprestasi oleh pembeli di luar negeri, eksportir masih dapat melunasi kewajibannya kepada bank karena adanya sumber pelunasan berupa pembayaran ganti rugi dari Asuransi.
Kriteria Pertanggungan
a. Tagihan ekspor didukung oleh B/L, Invoice & dokumen lainnya, dan akseptasidari pihak buyer.
b. Pada waktu pembiayaan, barang telah dikirim dalam periode tidak melebihi 6 minggu.
c. Tagihan ekspor tidak berasal dari ekspor jasa, perdagangan perantara atau barang konsinyasi.
d. Tenor tagihan maksimal 180 hari dari tanggal B/L.


Risiko yang ditanggung
Risiko komersil : Buyer menjadi Insolvensi atau tindakan wanprestasi yang bukan disebabkan oleh adanya kesalahan dari pihak eksportir.
Risiko politik : Perang, pemberontakan, larangan impor/ekspor/transfer devisa.
Kriteria Debitur / Eksportir
a. Memiliki Pengalaman transaksi ekspor dengan pembeli yang sama dengan track record positif.
b. Mempunyai keunggulan komparatif di sektor industrinya dan kelayakan untuk mendapatkan pembiayaan bank.
c. memenuhi persyaratan dari Bank (negotiating Bank) dan Asuransi serta bersedia memenuhi segenap ketentuan yang dipersyaratkan.
d. Telah adanya akseptasi dari buyer atas tagihan ekspor yang hendak dinegosiasikan.

Kriteria Debitur / Eksportir
Tata Cara Penutupan
a. Bank menyampaikan cover letter dengan melampirkan : Aplikasi eksportir/data buyer, Credit memo dan Laporan Keuangan Perusahaan Eksportir.
b. Asuransi menerbitkan limit pertanggungan untuk setiap buyer yang disetujui.
c. Bank dapat melaksanakan pembiayaan dan menyampaikan deklarasi kepada Asuransi dengan melampirkan kelengkapan dokumen : Copy B/L dan akseptasi buyer.
d. Asuransi melakukan penagihanBagaimana penetapan Limit Pertanggungan?

Bagaimana penetapan Limit Pertanggungan?
Asuransi menetapkan ketentuan Limit Pertanggungan untuk setiap Importir yaitu jumlah nilai maksimal tagihan ekspor dan terms of payment yang dapat digunakan Eksportir kepada setiap Importir.
Limit Pertanggungan ditetapkan oleh Asuransi berdasarkan kredibilitas Importir, pengalaman dagang Eksportir dengan Importir, terms of payment yang digunakan dan Kelas Negara Importir.

No comments: